SDIT Thariq Bin Ziyad PHP

Pondok Hijau Permai Blok A. No. 23 Kec Rawalumbu Kota Bekasi.
Telp: 82405687, 82405688



Membentuk Karakter Anak Didik

Diposting pada: 2015-03-30, oleh : Thariq Bin Ziyad PHP, Kategori: Artikel

Harian Radar Bekasi meliput kegiatan Seminar Pendidikan Karakter Anak. Acara yang digelar pada hari Sabtu, 2 Februari ini adalah hasil kerjasama antara SDIT Thariq Bin Ziyad dengan Persatuan Orantua Murid dan Guru (POMG) dan menghadirkan pembicara dan motivator dari Yayasan Sahabat Ayah, Irwan Rinaldi.

Selengkapnya bisa di baca di website Radar Bekasi di link ini

BEKASI TIMUR – Untuk memberikan pemahaman tentang pendidikan karakter bagi anak, SDIT Thariq Bin Ziyad (TBZ) Pondok Hijau Permai, Bekasi Timur bersama Persatuan Orantua Murid dan Guru (POMG) menghadirkan seminar pendidikan karakter anak, Sabtu (2/2).

Wakil Kepala Sekolah, Sugeng Malikul Bahri, menjelaskan pihaknya ingin memberikan pendidikan yang baik kepada anak didiknya baik di rumah maupun di sekolah. ’’Kami ingin membangun segitiga emas untuk memberikan pendidikan karakter, antara guru, orangtua dan anak-anak,” jelasnya.

Dengan mengundang orangtua siswa untuk turut hadir dalam acara tersebut, diharapkan proses berkembangnya karakter anak didik dapat lebih diperhatikan baik di rumah maupun di sekolah.

Untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana sebenarnya pendidikan karakter itu dilakukan, pihak panitia mengundang seorang pembicara dan motivator dari Yayasan Sahabat Ayah, Irwan Rinaldi.

Dalam perbincangannya bersama Radar Bekasi, Irwan Renaldi memaparkan bahwa pendidikan karakter berlangsung setiap detik dalam aktivitas anak-anak. ’’Jadi pendidikan karakter itu berlaku dimana saja, di dalam kelas, di masjid atau di depan gerbang sekolah,” ujarnya.

Dengan demikian menurut Irwan, selain guru di dalam kelas, guru yang lain yang ikut berperan dalam pendidikan karakter adalah satpam sekolah, cleaning service, atau bahkan penjaga masjid. Anak-anak bisa saja mendapatkan pendidikan karakter dari orang-orang yang mereka temui di luar kelas.

Pria berkacamata itu juga menambahkan guru dan orangtua juga harus melihat sisi lain pertumbuhan karakter anak. Anak-anak tidak saja dilihat kemampuan akademis mereka dalam belajar tetapi juga diberikan contoh karakter yang baik.

’’Bidang akademis tetap harus dimiliki, tapi sekarang kita lihat bagaimana pembentukan karakter mereka setelah mereka bisa menyisihkan uang untuk membantu orang lain. Itulah generasi penerus yang akan menjadi pemimpin negara kita,” pungkasnya. (mas)


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 3 komentar untuk berita ini